Tips Mengatasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif (GPPH) atau didalam dunia psikolog biasa disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yaitu gangguan jangka panjang yang terjadi pada saraf otak sehingga membuat penderita ADHD mengalami kesulitan untuk fokus, hiperaktif serta implusif yang mengganggu fungsi dan perkembangan otak penderita ADHD.

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif (GPPH) biasanya menyerang anak-anak hingga dewasa oleh karena itu tidak sedikit orang-orang menilai bahwa anak-anak yang hiperaktif adalah anak-anak yang “nakal” tanpa mereka ketahui bahwa mereka bukan anak-anak nakal tetapi mereka menderita Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif (GPPH) yang menyebabkan mereka melakukan tindakan yang tiba-tiba tanpa memikirkannya terlebih dahulu dan mereka juga tidak betah jika harus duduk diam dan belajar dalam waktu lama hal ini bukan karena mereka kurang paham dengan apa yang sedang mereka pelajari tetapi karena mereka memiliki energi berlebih.

tips-mengatasi-attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd

Karena mereka memilik energi berlebih kita sebagai orang terdekat nya harus mengetahui cara-cara menangani anak ADHD yaitu seperti melakukan Psikoterapi, medikasi, konseling keluarga, dan pembentukan perilaku di sekolah oleh guru. Penanganan melalui terapai, metode ini juga berguna untuk menangani gangguan-gangguan lain yang mungkin menyertai ADHD, misalnya depresi atau kurang nya percaya diri.

Jenis-jenis terapi yang dapat menjadi pilihan meliputi, Terapi perilaku kognitif atau CBT (cognitive behavioural therapy) Terapi ini akan membantu anak ADHD untuk mengubah pola pikir dan perilaku saat menghadapi masalah atau situasi tertentu.

Terapi psikologi ADHD akan diajak untuk berbagi cerita dalam terapi ini, misalnya kesulitan mereka dalam mengatasi gejala-gejala ADHD dan mencari cara untuk mengatasi gejala. Pelatihan interaksi sosial, jenis terapi ini dapat membantu penderita ADHD untuk memahami perilaku sosial yang layak dalam situasi tertentu.

Orang-orang yang dekat dengan penderita ADHD seperti orang tua, saudara, serta guru juga membutuhkan pengetahuan serta bantuan agar dapat membimbing para penderita ADHD.

Tips Mengatasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Mengatur jadwal untuk anak ADHD

Cara menangani anak ADHD untuk orang tua atau keluarga terdekat, mengatur jadwal dirumah. Orang tua atau keluarga harus menyusun jadwal apa saja yang harus dilakukan oleh anak ADHD dari saat bangun tidur, mandi, makan, les tambahan (membuat anak ADHD berlatih untuk berkonsentrasi atau fokus seperti les piano dan les atau bimbingan belajar yang berguna untuk menggulang pelajaran disekolah agar tidak tertinggal pelajaran disekolah), bermain, menonton TV, hingga tidur kembali dengan waktu yang spesifik.

Jadwal tersebut harus dijelaskan kepada anak ADHD atau gantunglah di tempat yang selalu dilihat anak.

Memberikan apresiasi atas apa yang mereka lakukan

Jadilah positif, beritahukan anak ADHD apa yang orangtua atau keluarga inginkan dan berikan penghargaan atau pujian jika anak ADHD melakukan perilaku baik bahkan hal kecil seperti mandi, makan, memakai baju sendiri.

Selain memuji kita juga harus memberitahukan atau menasehati dengan tenang, tegas dan pastikan anak fokus terhadap apa yang orang tua katakan. Jika anak ADHD melakukan hal buruk atau hal yang tidak boleh dilakukan dengan alasan yang tepat sehingga anak ADHD mengerti jika perilaku itu tidak boleh diulang atau dijadikan kebiasaan lalu mintalah anak ADHD untuk menjelaskan ulang apa yang telah orang tua katakan.

Buatlah point-point penting sehingga anak ADHD mudah untuk mengerti. Untuk tugas yang sulit, jelaskan satu hingga dua kali. Fokus pada usaha, bukan pada hasil.

Berikan penghargaan atau pujian kepada anak ADHD ketika ia berusaha menyelesaikan tugas sekolah dengan baik dan bukan hanya ketika mendapat nilai bagus. Point tambahan untuk orang tua luangkan waktu untuk menanyakan aktifitas apa saja yang anak lakukan hari ini, bermain bersama, sediakan mainan edukasi yang dapat merangsang perkembangan mereka, ajarkan mereka untuk percaya diri dan bersaing dengan yang lain.

Teknik pendidikan di sekolah untuk penderita ADHD

Cara menangani anak ADHD disekolah, guru adalah orang tua kedua saat disekolah. Penanganan yang dilakukan harus secara bertahap dan fokus pada gangguan yang akan dikurangi atau dihilangkan atau perilaku mana yang akan dikembangkan.

Untuk memulai langkah penanganan, guru harus mencatat perilaku mana yang akan dihilangkan dan perilaku mana yang akan dikembangkan, selanjutnya dapat dilakukan teknik-teknik penanganan yang diaplikasikan berdasarkan Sugiarmin (2005) berikut ini.

Menghilangkan atau mengurangi tingkah laku yang tidak dikehendaki carilah faktor pemicu dari perilaku yang tidak dikehendaki itu muncul. Seperti anak tidak bisa duduk diam sering jalan-jalan di kelas, carilah penyebab kenapa anak itu tidak bisa duduk diam? Misal, alasannya karena anak membutuhkan perhatian, merasa bosan, ingin udara segar, dan sebagainya.

Hilangkan atau atasi faktor pemicu, dapat dilakukan melalui teknik ekstingsi, yaitu tidak merespon tingkah laku yang tidak dikehendaki sampai anak menghentikannya.

Teknik Satiasi, yaitu memberikan apa yang anak inginkan sebelum menuntutnya. Teknik Time out, Anak dipindahkan dari tempat di mana tingkah laku yang tidak dikehendaki terjadi. Teknik hukuman, cara ini jarang diterapkan karena khawatir dampak negatifnya, namun jika akan diterapkan maka perlu memperhatikan jangan menghukum dalam keadaan marah, diberlakukan untuk perilaku yang sangat membahayakan dan agar tidak berlanjut, berikan hukuman ringan yang terbukti efektif.

Mengembangkan tingkah laku yang mereka kehendaki

Selanjutnya setelah kita mengetahui cara-cara menangani penderita ADHD yaitu Mengembangkan tingkah laku yang dikehendaki, Tingkah laku yang baik tentunya harus dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Untuk melakukannya dapat dilakukan dengan cara penguatan (reinforcement).

Setiap perilaku yang dikehendaki akan memperoleh penguatan berupa hadiah atau pujian. Ketika anak berbuat benar kemudian diperkuat dengan hadiah atau pujian, diharapkan anak akan mempertahankannya untuk selanjutnya dapat dikembangkan. Imbalan atau hadiah sebaiknya diberikan segera setelah perilaku yang dikehendaki terjadi. Pilihlah teknik yang paling tepat sesuai dengan perilaku yang akan ditangani.

Menghindari konsumsi makanan tertentu

Selain terapi, menghindari makanan yang bisa memicu gejala ADHD pada anak patut dilakukan, beberapa makanan ini perlu dihindari bagi anak ADHD seperti yang dilansir oleh Active Beat.

Es krim

Es krim dapat memicu ADHD pada Individu yang hipersensitif terhadap produk susu. Seseorang yang sensitif terhadap produk susu mungkin merasa lelah baik secara fisik maupun mental setelah mengkonsumsi makanan seperti es krim.

Gula

Para ahli menjelaskan bahwa gula dapat memicu terjadinya perubahan mood yang drastis pada anak hiperaktif. Maka sebaiknya kurangi penggunaan gula dalam mengolah sebuah masakan atau minuman agar mood anak tetap stabil.

Ikan

Ikan yang tinggi merkuri seperti ikan hiu, ikan makarel, ikan todak atau pedang dan ikan tuna sirip kuning telah dikenal bisa memicu gejala ADHD. Logam berat (merkuri) ditemukan dalam jenis ikan-ikan ini di mana dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk fokus dan juga merusak konsentrasi pada anak. Sebaiknya pilih ikan dengan kadar merkuri rendah seperti udang, lobster atau salmon.

Keju

Produk susu lainnya yang harus dihindari adalah keju, terutama keju yang diolah menggunakan susu sapi. Seperti es krim, sebaiknya hindari anak hipertensi dengan keju atau olahan makanan yang mengandung keju. orang tua juga bisa mengetes terlebih dahulu untuk mengetahui apakah dengan tidak mengonsumsi keju anak akan lebih mudah terkontrol atau tidak. Jika hasilnya anak bisa terkontrol setelah tidak memakan keju selama 6-8 minggu, berarti anak hiperaktif masih boleh mengonsumsi keju selama bukan berbahan susu sapi.

Cokelat

Kafein selain ditemukan di kopi, juga ditemukan pada coklat. Kafein telah dikenal dapat memicu gejala ADHD dan juga dapat membuat gejala tersebut lebih buruk jika seorang anak hiperaktif tidak berhenti mengonsumsi coklat. Produk coklat apapun seperti permen, kue atau minuman harus dihindari bagi anak hipertensi.

Daging Merah

Para ahli mengatakan bahwa daging merah bisa menyebabkan peningkatan gejala bagi penderita ADHD. Sebaiknya para orang tua mengurangi asupan daging merah bagi anak mereka yang mengalami hipertensi. Sebagai alternatif yang lebih sehat, para orang tua bisa mengolah salmon atau udang sebagai sebuah masakan.

ADHD juga memiliki bulan kepedulian, tepatnya di bulan oktober dijadikan bulan kepedulian terhadap penderita ADHD di dunia. Kegiatan ini baru ada di Amerika Serikat, ada juga organisasi untuk anak ADHD yaitu ADHDAwarenessMonth.

ADHDAwarenessMonth adalah konsorsium dari 3 organisasi nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan orang-orang yang terkena dampak ADHD. Organisasi adalah Anak-anak dan Dewasa dengan Attention Deficit / Hyperactivity Disorder (CHADD), Organisasi Pelatih ADHD (ACO), dan Attention Deficit Disorder Association (ADDA).

Anak ADHD merupakan anak berkebutuhan khusus yang memiliki kekurangan dan tidak sesempurna anak-anak normal lain, apakah mereka tidak akan punya masa depan seperti anak-anak lain?

Tidak! Anak ADHD pun memiliki beberapa kelebihan bahkan dari kekurangannya tersebut terdapat banyak kelebihan yang tidak dimiliki anak-anak normal lain yaitu tidak mudah lelah, memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap banyak hal di sekitarnya dan kadang anak ADHD dapat melihat hal-hal yang tidak di perhatikan anak-anak normal lainnya.

Jadi ADHD bukan hanya sebatas disabilitas yang tidak dapat ditangani, jika di tangani dengan baik bahkan anak ADHD pun bisa berprestasi, tidak sedikit dari mereka, bahkan memiliki karir yang luar biasa, seperti menjadi selebriti, atlet, musisi, aktor dan lain sebagainya.

Berikut adalah Orang-orang terkenal yang pernah menderita ADHD sejak kecil dan bagaimana mereka mengatasi kondisi tersebut.

Mantan atlit Olimpiade terkenal Michael divonis menderita ADHD saat ia berusia 9 tahun. Sewaktu duduk di bangku sekolah, ia memang dikenal sebagai anak yang tidak bisa diam dan sulit berkonsetrasi. Selama bertahun-tahun ia harus mengkonsumsi obat untuk dapat mengontrol dirinya.

Bahkan gurunya pernah berkata kepada orang tuanya bahwa Michael tidak akan bisa menjadi orang yang sukses di masa depan. Keinginannya untuk lepas dari ketergantungan obat serta dukungan yang besar dari ibunya, Debbie Phelps, Michael menjatuhkan pilihannya pada olahraga renang yang dianggap dapat membantunya mengontrol energy serta mencegahnya untuk terus bergerak.

Latihan keras dan disiplin telah membantunya untuk menyalurkan energinya menjadi sebuah prestasi yang membanggakan. Ia tercatat telah memenangkan 71 medali (57 di antaranya adalah emas) menjadi sosok inspiratif bagi orangtua yang memiliki anak dengan ADHD.

Willard Christopher Smith atau yang lebih dikenal dengan Will Smith adalah salah satu aktor Amerika paling terkenal. Dia telah tampil di film-film seperti seri MIB, Im Legend, Hancock dan lain sebagainya.

Smith berhasil menjadi seorang aktor dan musisi dan memiliki berbagai penghargaan. Will Smith adalah satu-satunya aktor Hollywood dengan delapan hits berturut-turut yang telah meraup lebih dari $ 100 juta di pasar domestik.

Smith mengaku bahwa dorongan untuk mencapai karirnya bukan duduk diam dan menyerah karena ADHD. Dia kesulitan memperhatikan, sesuatu yang membuatnya lucu kapan pun dia berada dalam suatu kelompok. Dia memgatakan, bahwa dia tidak bisa mendapatkan A di kelas dan tidak dapat membaca keseluruhan buku meskipun dia diberi waktu dua minggu untuk melakukannya.

Namun, Will Smith mengaku bahwa pada tahap tertentu, ia harus menjalani konseling untuk membantu dalam mengelola kondisi tersebut.

Tulisan ini merupakan kontribusi dari Salash Putri Mandawi.

Advertisement

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*